PROFIL PRODI PENDIDIKAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIMED

SEJARAH SINGKAT PENDIDIKAN ANTROPOLOGI FIS UNIMED

      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan salah satu Fakultas di Universitas Sumatera Utara yang memproduksi Tenaga pendidik atau Tenaga pengajar, pada umumnya mahasiswa-mahasiswa yang dimasuk ke FKIP USU adalah Tamatan Sekolah Guru ( SGA). FKIP USU terdiri dari beberapa jurusan antara lain : Jurusan Biologi, Matematika, Bahasa Indonesia, Sejarah, Ilmu Kemasyarakatan dan lain-lain. Pada masa itu mahasiswa baru digabungkan seluruhnya hanya mempelajari Mata Kuliah Ilmu Mendidik atau Paedagogik, baru pada waktu Tingkat II Mahasiswa memilih jurusannya masing-masing sesuai dengan minatnya. Pada waktu Kurikulum 1957 bidang studi Etnologi merupakan salah satu bidang studi yang diujikan pada Ujian Akhir Nasional di Sekolah Menengah Atas. Berdasarkan pertimbangan itulah maka sangat perlu didirikan Jurusan Pendidikan Antropologi di FKIP USU dengan tujuan memproduksi tenaga pengajar di sekolah-sekolah menengah atas.Maka pada tahun 1960 Jurusan Ilmu Kemasyarakatan FKIP USU diubah menjadi Jurusan Pendidikan Antropologi dan sebagai Ketua Jurusan pada saat itu Ibu Dra. Zahara Daulay. Beliau bertugas sebagai Ketua Jurusan hanya satu tahun karena  suami beliau (Bapak Deliar Noer)  sedang tugas belajar di Amerika. Ibu Zahara Daulay digantikan oleh Bapak Drs. Osman Simanjuntak pada tahun 1961.

      Staf pengajar pada Jurusan Pendidikan Antropologi pada saat itu antara lain : Drs. Osman Simanjuntak, Drs. Payung Bangun, Drs. Rajamin Bangun, yang dibantu oleh beberapa orang Asisten Dosen seperti : Dharmansyah, Nelli Tobing, Hasmah Hasyim, dan Kondangan Sitepu ditambah lagi dengan dosen-dosen luar biasa seperti : Bapak Kontjaraningrat, dan Sujadmoko. Pada tahun 1962 Jurusan Pendidikan Antropologi menamatkan sarjana muda pertama yaitu : Dharmansyah, Nelli Tobing, dan Burger Manurung. Pada tahun 1963 Drs. Osman Simanjuntak diangkat menjadi Pembantu Dekan II FKIP USU sehingga Ketua Jurusan Pendidikan Antropologi digantikan oleh : Drs. Norman Lubis. Pada tahun 1965-1968 Jurusan Pendidikan Antropologi FKIP USU digabungkan dengan Jurusan Pendidikan Sejarah maka pada saat itu dikenal Jurusan Pendidikan Sejarah Antropologi FKIP USU dan sebagai alumninya antara lain : Drs. AW Turnip, Dra Tiur Sani Lubis, dan lain-lain. Pada tahun 1969 Jurusan Pendidikan Antropologi FKIP USU memisahkan diri dari jurusan Pendidikan Sejarah dan sebagai ketua jurusan dipercayakan kepada Bapak Drs. B.A.Simanjuntak dengan Sekretaris Jurusan Bapak T.W.Tobing,B.A. Bapak Drs.B.A.Simanjuntak menjabat ketua Jurusan Pendidikan Antropologi selama dua periode yaitu : Periode pertama tahun 1969-1971, Periode kedua 1971-1973. Pada tahun 1971 FKIP USU dirubah menjadi IKIP Medan  Cabang IKIP Jakarta. Pada tahun 1969 sampai tahun 1971 Jurusan Pendidkan Antropologi hanya menerima mahasiswa Tingkat IV ( Empat ) yang pada umumnya mahasiswa-mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Sejarah Antroplogi antara lain : TW Tobing, Dannerius Sinaga, Jugat Purba, Mediwani Siahaan, Saur Mangapul Hutabarat, Amir Simanjuntak, Candace Silitonga, Zuraidah Tanjung, Zuraidah Is, Jamaludddin AR, Saedah Daulay, Amirudddin, Ngamehi Sembiring, Amat Silalahi, Boimin, dan lain-lain.

       Pada tahun 1972 Jurusan pendidikan Antropologi menerima mahasiswa tingkat satu, namun pada waktu itu yang mendaftar ke Jurusan pendidikan Antropologi hanya dua orang. Pada tahun 1973 mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Antropologi juga hanya dua orang yaitu : Manoto Simamora dan Nanhayati Ginting. Pada tahun 1974 mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Antropologi empat orang yaitu : Anwar Yusuf, Sofyan Nur, Edward Simanjuntak dan Basli. Pada tahun 1975 mahasiswa baru Jurusan  Pendidikan Antropologi ada 5 orang yaitu : Kamarudddin Depari, Marnik Sinuhaji, Kornel Sitangggang, Maniur Manalu, dan Roida Panjaitan. Pada tahun 1976 mahasiswa baru jurusan antropologi sudah mulai banyak jumlahnya kira-kira 32 orang antara lain : Tumpal Simarmata, Nurjannah, Nurul mubina, Saribanun, Bida Sari Tambunan, dan lain-lain. Mulai pada tahun 1977 sampai dengan tahun 1986 mahasiswa tingkat satu jurusan Antropologi sudah banyak peminatnya. Akan tetapi pada tahun 1984 Dikti mengeluarkan peraturan bahwa Jurusan Pendidikan Antropologi Feshing Out dan bergabung ke Jurusan Pendidikan Sejarah padahal pada kurikulum 1984 yang direvisi pada tahun 1985 Bidang Studi Antropologi dan Sosiologi ada mata pelajaran tersebut di sekolah-sekolah menengah atas. Sehingga dosen-dosen Jurusan Antropologi memperjuangkan supaya Jurusan Pendidikan Antropologi tetap ada di IKIP Negeri Medan.

       Dan pada waktu itu Drs.Jugat Purba sebagai ketua tim pelapor dan Drs. Tumpal Simarmata sebagai sekretaris.Tetapi perjuangan untuk mempertahankan supaya tetap berdiri, namun perjuangan tersebut belum berhasil. Baru pada tahun ajaran 2008/2009 FIS UNIMED membuka kembali Studi Pendidikan Antropologi atas usaha keras Prof. Dr. B. A. Simanjuntak dibantu oleh Dra. Trisni Andayani, M.Si dan Ratih Baiduri, S.Si, M.Si. Atas usaha-usaha tersebut ijin dari Dikti turun dalam waktu singkat atas bantuan Prof. Dr. Sukanto dan Prof. Dr. Soepeno. Setelah ijin keluar Prodi Pendidikan Antropologi menerima mahasiswa baru Tahun Ajaran 2008-2009 dan sebagai ketua Prodi  Dra. Nurjannah, M.Pd. Tenaga pendidik khususnya bidang studi Antropologi ditingkat SMA saat ini dirasakan sebagai kebutuhan yang perlu untuk segera dihasilkan. Dalam kurikulum KBK ( Kurikulim Berbasis Kompetensi ) 2004, memang tidak ada bidang studi khusus Antropologi, yang ada hanya bidang studi sosiologi. Namun demikian, dilihat dari ruang lingkup materi bidang studi sosiologi tersebut, ternyata sebagian besar diantaranya berasal dari bidang ilmu Antropologi. Ruang lingkup materi bidang studi Sosiologi menurut KBK 2004 terdiri dari : Sosiologi sebagai ilmu dan metode, Interaksi sosial, Sosialisasi, Struktur sosial, Kebudayaan dan Perubahan sosial budaya.

VISI

Menjadi Program Studi Pendidikan Antropologi yang unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan budaya dalam skala regional untuk mendukung MEA pada tahun 2020

MISI
  1. Menerapkan pembelajaran Pendidikan Antropologi berbasis penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  2. Mengembangkan ilmu antropologi berbasis penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi
  3. Mengaplikasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang pendidikan antropologi berlandaskan nilai-nilai budaya dan pembangunan karakter
  4. Mendorong terciptanya perilaku kewirausahaan berlandaskan nilai-nilai budaya dalam meningkatkan pembangunan masyarakat
  5. Menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi lain regional dan internasional di kawasan ASEAN dalam bidang Pendidikan Antropologi
  6. Mengimplementasikan kurikulum Pendidikan Antropologi yang berbasis pembangunan karakter berlandaskan nilai-nilai sosial dan budaya
TUJUAN
  1. Menghasilkan tenaga pendidik (guru) yang profesional dan kompeten di bidang Pendidikan Antropologi
  2. Menghasilkan  karya – karya ilmiah yang inovatif berbasis penelitian serta pengabdian kepada masyarakat dalam upaya mengembangkan pendidikan dan ilmu antropologi
  3. Terbinanya sinergitas antara lingkungan akademis dan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai budaya serta tanggung jawab sosial dalam mewujudkan pembangunan masyarakat
  4. Terciptanya suasana yang mendukung terlaksananya pengembangan sumberdaya yang profesional serta kompeten
  5. Menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan ilmu dalam bidang Pendidikan Antropologi yang berdayaguna dan memiliki daya saing tinggi dalam pembangunan kebudayaan dan masyarakat.
  6. Terbangunnya iklim akademik yang kondusif untuk pengembangan penndidikan antropologi
PROFIL LULUSAN

Profil lulusan Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Antropologi adalah sarjana ahli dalam pendidikan antropologi, sosiologi, dan ilmu sosial. Profesi dan bidang pekerjaan atau keahlian yang dapat diisi oleh lulusan S1 Prodi Pendidikan Antropologi adalah sebagai berikut:

  1. Guru yang profesional di bidang Antropologi/ Sosiologi
  2. Antropolog/ Peneliti/ ahli riset dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora pada lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan masyarakat
  3. Konsultan sosial budaya pada lembaga/instansi berbasis kemasyarakatan
  4. Pekerja di instasi kepariwisataan

 

 

 
Back to Top