Prodi Sosiologi Unsyiah MoA dan Kuliah Pakar bersama Prodi Pendidikan Antropologi FIS Unimed

Rabu, 25 Mei 2016 - 18:49:45 WIB

Banda Aceh – Program Studi Pendidikan Antropologi Unimed bersama dengan Program Studi Sosiologi Unsyiah mengadakan acara temu ramah dan menjalin MoA dengan Prodi Sosiologi Unsyiah, selain itu Program Studi Antropologi Unimed dan Prodi Sosiologi Unsyiah mengadakan Kuliah pakar dengan Tema “ Mengenal Budaya Aceh dan Medan” di Aula FISIP Unsyiah, Darussalam, Kamis (21/4).

Kepala Prodi Sosiologi Unsyiah, Bukhari MHSc menjelaskan dengan adanya kegiatan seperti ini mampu mempererat tali silaturahmi diantara mahasiswa serta antara Himpunan Mahasiswa Jurusan.

Salah satu dari pembicara dalam acara, pakar Sosiologi Perkotaan FISIP Unsyiah, Khairulyadi, MHSc, menjelaskan bahwa Aceh sebagai dua entitas yang berbeda, yakni Aceh sebagai sebuah Provinsi dan Aceh sebagai sebuah identitas etnis.

“Sebuah Provinsi, Aceh menjalankan rutinitas birokrasi reformasi, sedangkan Aceh sebagai sebuah identitas menjelaskan tentang kultur berbagai etnis yang ada di Aceh, seperti etnis Aceh, Anuek Jamee, etnis gayo dan etnis lainnya,” ujar Khairulyadi.

Sementara itu, Dekan FISIP Unsyiah, Dr. Syarifuddin Hasyim, saat membuka acara itu menyampaikan bahwa kerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial Unimed, sebelumnya sudah terjalin secara lisan dalam Forum Dekan FISIP se-Indonesia, dan kedatangan tim hari ini dari Unimed adalah bentuk komitmen kedua belahpihak secara tertulis mendukung jalannya tridharma perguruan Tinggi antara kedua belah pihak.

“Disamping itu juga target utama yang dikembangkan kedua prodi ini adalah bagaimana mampu menempatkan alumninya  memiliki kompetensi yang mumpuni dibidangnya, sehingga akan tercapai apa yang diharapkan,” kata Syarifuddin.

Menurutnya, Prodi Sosiologi saat ini melihat maraknya permasalahan sosial terjadi di Indonesia maka sangat dituntut lahirnya konsultan sosial dalam menjawab tantangan zaman. “Apalagi di tahun 2016 ini masyarakat Indonesia memasuki masyarakat ekonomi Asean (MEA),  dan sudah pasti masalah yang dihadapi semakin kompleks, semestinya lulusan perguruan tinggi harus memiliki modal dasar dalam bentuk softskil sosial dalam menghadapi situasi tersebut,” jelas Syarifuddin.

Sementara itu, Dosen FIS Unimed, Sulian Ekomila S.Sos., MSP. Dalam Kuliah Pakar menjelaskan mengenai demografi Medan sebagai kota yang multikultural, bahwa Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau di mana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam, sehingga medan menjadi salah satu kota yang multikultural dengan memiliki keragaman yang sangat unik dan menarik.


[ BACK ]
Baca Berita Lainnya
Back to Top